PENGEMIS
TUA PENUNGGU JALANAN
Hari sudah pagi
Mentari bersinar menyapa dunia
Mengintip di balik rimbun
pepohonan
Menampakkan diri, memperlihatkan
kegagahannya
Hari sudah pagi
Menyibak selimut dinginnya udara
Beralaskan secercah koran bekas
usang
Mengusik tidur, lelapnya sang
pengemis tua
Mengoyak semangat menyambung
kehidupan
Tulang-tulang rapuh
Raga yang tak lagi kokoh menopang
tubuh
Tetes demi tetes peluh membasahi
kening
Hanya luka dan derita
Tak kenal lelah menemani setiap
langkah kecil
Mengarungi kerasnya hidup di
jalanan
Mengiba, mengais, mencari
sebungkus harapan
Demi detik-detik waktu berharga
Tergores, menusuk, mengiris
relung hati
Menoleh dan menatap setiap
langkah demi langkah
Hidup dalam kejamnya penjara
jalanan
Entah semua salah siapa
Entah sampai kapan ini semua
Akhir dari perjuangan
Hidup dalam kejamnya jalanan
By :
Avin Apriliani

ciee...puisi avin bagus bgt :D
BalasHapusmakasih nuruul :D
BalasHapusHeee.. buat yg untuk shbat donk
BalasHapussiap komandan, ditunggu aja ya ..
BalasHapushehe
Serihhh aku: "( turut berduka vin
BalasHapusBesok buat yang lebih sedih vin
BalasHapuso, woke woke ri ..
BalasHapussiaaapp :D
Good Job.. Mampir di http://blacklist1993.blogspot.com/ .oke
BalasHapus