Selasa, 23 Desember 2014

PUISI #1



PENGEMIS TUA PENUNGGU JALANAN


Hari sudah pagi
Mentari bersinar menyapa dunia
Mengintip di balik rimbun pepohonan
Menampakkan diri, memperlihatkan kegagahannya
Hari sudah pagi
Menyibak selimut dinginnya udara
Beralaskan secercah koran bekas usang
Mengusik tidur, lelapnya sang pengemis tua
Mengoyak semangat menyambung kehidupan
Tulang-tulang rapuh
Raga yang tak lagi kokoh menopang tubuh
Tetes demi tetes peluh membasahi kening
Hanya luka dan derita
Tak kenal lelah menemani setiap langkah kecil
Mengarungi kerasnya hidup di jalanan
Mengiba, mengais, mencari sebungkus harapan
Demi detik-detik waktu berharga
Tergores, menusuk, mengiris relung hati
Menoleh dan menatap setiap langkah demi langkah
Hidup dalam kejamnya penjara jalanan
Entah semua salah siapa
Entah sampai kapan ini semua
Akhir dari perjuangan
Hidup dalam kejamnya jalanan

                                                                                   By : Avin Apriliani

8 komentar: